Daftar Blog Saya

Senin, 26 November 2012

puisi

tawa yang pecah seakan terlihat renyah
mengiuk ngiuk aksara memori lama
mengulik sejarah yang tak akan mungkin terukir
hanya impian bala
yang sebenarnya merobek dasar rasa
dimana ini ?
apa ini ?
akan kah tanya terlontar ?

aungan hati begitu mengiba
...
ingin ingin dan hanya angan
tak biasa kah kita ?

begitu banyak puing tanya yang ku punya,
amat besar impian yang kusimpan
namun tertutup kabut egois yang menjelma

#memang tak ada tempat utk mu

puisi


Acap kali tiap pagi
aq terpaku di depan jendala berdebu
menatap kearah jalan
seakan menyuruhku berhenti memikirkannya
buaian kipas angin mengeliuk keras
coba beri aroma  yg netral
untuk terus memperjuangkannya

aaaaaarrrrrhhh
seekor semut menjitakkan sengitan dijari kakiku
memberi tanda bahwa jalan di luar
amat panjang di bubuhi kerikii kerikil kecil
yang siap menghantam
disusuni butiran pasir dan debu
yg mampu membutakan kaki
yang berbelok dan berarus
ini lah hidup
pesan semut kecil itu
                                                                                     
   22 november 2012
   Kamis, Jam 08 : 04
 _widiya trisna_

Kamis, 01 November 2012

reportase


9.00  WIB kuliah sosiologi perkotaan usai, hari ini dihiasi dengan ujian tengah semester tanpa menghafal. yaahh suatu kebiasaan yang tidak begitu buruk. konsep saya secara pribadi yaitu, bukan menghafl dan membaca tapi cukup MEMAHAMI. sedikit pemahaman yang saya punya, sosiologi perkotaan adalah ilmu tentang masyarakat yang mempelajari masyarakat kota dengan pola interaksi yang sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya.
terkait dengan pengertian kota itu sendiri saya mengutip dari seorang ahli,Bintarto. Mengatakan bahawa kota adalah jaringan kehidupan manusia  yang didalamnya terdapat kepadatan penduduk, strata sosial yang heterogen dan corak kehidupan yang meterialistik.

bicara tentang kota puing puing pemikiran saya langsung bersatu membentuk kata KEMISKINAN.
dalam konsep sederhananya kemiskinan itu adalah ketidakmamouan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok (primer).

kemiskinan kota cendrung sekali di ekspos melalui media massa. sehingga dampak negatif itu terlihat jelas namun sayang sekali ekspos sisi negatif media tak begitu mengurangi minat orang untuk melakukan perpindahan ke kota atau urbanisasi.

#bersambung,
mengingat saya  h-1 untuk olimpiade sosiologi.

Sabtu, 20 Oktober 2012

reportase [sketsa]


DIBALIK TIRAI EMAS WAJAH KOTA
WIDIYA TRISNA
PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI
FIS UNP 2011

Arrgghhhh, sekejap memang terasa sangat letih, aura senang dan aura betis yang ingin berhenti berjalan membaur jadi satu hingga akhirnya aku menemukan halte untuk naik bus kota kembali ke kos. Berpuluh peluh mencucur di jengat ku, memang jalan dari dalam aula gubernur tak jauh untuk halte yang didepan ini.
Dua puluh menit setelahnya aku sudah tergopoh duduk di kursi bus. Berjuta bau rasa terbang kemana dia suka, mata ku melayang sesukanya hingga terhenti  pada satu titik. Titik dimana tingginya sekitar satu meter lebih , berkulit kelam dengan gaya repper, kumuh dan kusam. Hanya lucu saja ternyata identifikasi dan dampak kemiskinan di kota dalam materi sosiologi perkotaan  ada tampak didepan mataku sendiri, tidak hanya seperti yang kulihat di tv atau ku browsing di internet ataupun seperti yang dijelaskan oleh dosen mata kuliah sosiologi perkotaan.
“ongkosnyo ni” seraya menggerakkan segumpal tangan yang berisi recehan
“ooooo..”
Aku terperanjak, bergegas mencari uang dua ribuan  untuk bayar ongkos bus ini, aku masih tergagap gagap berproses dalam bis. Rempong saja rasanya. Knek bus berlalu saat uang dua ribuan ku serahkan. Imajinasi kuterbang merangkai kata kata yang kira kira bunyinya seperti ini “laki laki  yang menjadi knek bus ku takarkan berumur sekitar 10 tahun, seharusnya dia bersekolah bukannya menjadi knek bus ples dengan mengidentifikasi gaya repper”.

Selintas aku ingin bertanya padanya, kenapa anda tidak bersekolah ? dimana orang tua anda ? kenapa bergaya repper ? apakah menurut anda repper dan punk itu baik ? anda di suruh oleh orang tua berprofesi sebagai knek bus  ? apakah  orang tua anda tau ? aku ingin mengatakan gaya yang di tiru itu sunnguh tak sedap dipandang mata. Karena berbeda sangat dengan budaya lokal kita orang minang dan styles anak yang seusia dengannya.
Tapi pertanyaan dan perkataan  itu aku simpan di balik hati, takut dia tersinggung.

Fenomena kemiskinan dikota berawal dari urbanisasi penduduk yang melangit, mereka menganggap dikota bnayak tersedia lapangan pekerjaan padahal pada nyata nya itu tidak. Kelanjutan dari urbanisasi berdampak pada sektor pekerjaan, faktanya terjadi ketimpangan antara jumlah pencari kerja dengan ketersediaan lapangan kerja alias terbentuklah penggangguran. Siklus selanjutnya berjalan menuju tingkat kriminalitas yang tinggi, timbulnya permukiman kumuh, rendahnya tingkat pendidikan, dimana anak seumuran sekolah tidak sekolah karena keterbatasan biaya.


Mestipun sekolah tidak bayar tapi buku dan atribut segala macamnya mengeluarkan banyak biaya.  Sejauh ini program pemerintah dalam pemberantasan kemiskinan dan peningkatan mutu pendidikan memang sudah jalan, kendatipun demikian panah yang ditancapkan pemerintah belum tepat sasaran. Miris sekali rasanya anak seusia laki laki knek bus ini yang seharusnya mencicipi masa sekolah lebur hanya karena  keterbasan biaya.
Hal yang kupikirkan terputus saat knek bus ini memukul bagian besi bis dengan bongkahan logam, tink tink tink kira kira seperti itulah bunyinya. Akupun turun. Untuk sampai di kos aku harus melanjutkan perjalanan dengan angkot labor. 40 menit perjalanan akhirnya aku menginjak kaki di kedai sebelah kos yang jualan sambal.
“masih ada sambal nya  ni ?”
“ada diak, tengok lah ?”
“ayam bakar se lah ni”
“kuliah ? kok sore kali pulangnya  wdya ?
“enggak ni, ini abis ikut acara di khatib. Panek”
“duduk la dulu”
“lai banyak samba yang abis sahari ko ni ?”
“haaaa lumayan la ya, tapi indak lo do”
“ancak lo jawaban uni ko ma, lumayan tapi indak”
“hahhaaa tu baa juo lai” jawab uni sambil membungkus sambal yang saya pesan.

Suasana kian akrab dengan uni eci penjual sambal di sebelah kosku, lebih tepatnya langganan kos kami. Biasanya suasana takkan seakrab ini. Tapi enyahlah. Kalau uni eci tidak berjualan maka hari itu kami harus perai makan nasi dan mengganti dengan makanan cadangan ala anak kos.
“uda ma ni ?” kulayangkan pertanyaan sambil memangsa sepotong pepaya [waaaahh segarnya]
“lai di belakang, dak jo ado lapangan krajo lai. Tapaso jo nolongan uni masak ”  curhat uni padaku.
 “saba se lah dulu ni, bsuak ado tu ma”
“basaba tu iyo jo, tapi sampai bilo ? anak uni duo urang, skolah kaduonyo, ma lah katakurehan dek uni. Amuahnyo baranti nan baduo tu skolah lai.
“eeehh manga lo sampai ka baranti. Bak kecek gaek ambo razaki anak skolah tu ado ado se nyo        tu. Bara sadonyo ni ?
“9 rb sadonyo ya”
“mksih ni”

Tepat pukul 17: 14 aku beranjak meninggalkan tataran palanta tempat uni eci berjualan.



Perbandingan yang  terlalu signifikan dengan fenomena fenomena dampak kemiskinan dikota. Antara uni eci dengan anak kecil yang saya temukan di bus sebagai seorang knek. Keluarga uni eci yang melakukan migrasi sementara ke kota Padang dan berprofesi sebagai pedagang sambal, suaminya seorang penganguran yang hanya membantu bantu dimana penghasilan digunakan untuk menyekolahkan anaknya di kampong. Sedangkan anak laki laki tadi rela menjadi knek bis dengan melewatkan masa sekolah,  sungguh malang, apakah orng tuanya tidak tau atau malah menyuruh hal demikian , entah lah.
Menurut saya, Fenomena dampak kemiskinan yang ada di kota padang  ini hanya bisa dituntaskan apabila program program dari pemerintah berjalan mencapai titik target disertai dengan peran serta masyarakat yang peduli negeri. Melibatkan  mahasiswa sebagai agent of change , agent of leader, dan agent of control.demi terbukanya jalan untuk perubhan dan  kemajuan negri.
[ Yakin, usaha,  sampai !]

Kamis, 20 September 2012

KULIAH SOSIOLOGI PERKOTAAN


Sosiologi Perkotaan
Kelompok Sejarah Kota Secara Umum



Anggota kelompok :
1.                  Widiya trisna             : 1101817
2.                  Risa yumas                 : 1101801
3.                  Armiati erza               : 1101785
4.                  Rika gustina               : 1101816
5.                  Weni afriani               : 11017
6.                  Ayu putri ani              : 101775
7.                  Gusra wahyuni          : 1101
8.                  Fajar putri                  : 1101
9.                  Fika fertiwi                 : 1101801
10.              Dinda faulina             : 1101


PENDIDIKAN SOSIOLOGI- ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

SEJARAH LAHIRNYA KOTA
Terbentuknya sebuah kota yang berada di suatu negara biasanya bervariasi, tetapi memiliki inti yang sama. Terbentuknya kota juga bisa dikatakan dengan diawali sebuah tempat pertemuan antara penduduk sebuah desa dengan penduduk di sekitar desa itu baik untuk transaksi keperluan hidup, tempat pengumpulan barang, atau tukar menukar barang. Lama-kelamaan ada yang bermukim di sekitar tempat itu dan kemudian pemukiman itu menjadi semakin besar. Berdatangan pula penduduk dari daerah sekitar ke tempat itu yang kemudian membentuk sebuah kota atau bahkan menjadi kota besarPerubahan ini kemudian membentuk beberapa aspek untuk kehidupan kota yang lain dengan suatu perencanaan pada lahan kosong dimana lahan kosong ini dibangun dengan tujuan tertentu seperti untuk membangun kota industri, kota sebagai pusat pemerintahan, atau kota dagang.
Kota dapat terbentuk sejak terjadinya kerumunan tempat tinggal manusia yang relatif padat pada suatu kawasan tertentu dibanding dengan kawasan disekitarnya. Kawasan yang disebut kota penduduknya bukan bermata pencaharian yang berkaitan langsung dengan alam, melainkan di bidang pemerintahan, industri, dan jasa sehingga lebih menunjukkan bahwa kota terbentuk melalui suatu proses.
Dalam sejarah umat manusia ,kota pertama kali terjadi dibawah sungai nil,danefrat-tigris,para sarjana kebudayaan melihat lahirnya pemukiman berupa kota,itu sebagai akibat daritelah cukupnya bahan pangan yang dihasilkan oleh perdesaan. Dengan sendirinya ada orang orang yang terbebaskan dari pekerjaan mengolah tanah.mereka itulah  nanti mulai hidup dari kegiatan non agraris.misalnya dagang dan trasportasi,jika timbul persaingan perlu ada yang mengatur, lalu ada raja dan bangsawan.dalam istana mereak mempunyai tim para ilmuan dan penaset, mereka berupa kaum ulama. Kota pun kemudian memungkinkan berkembangnya berbagai seni dan keterampilan.jonesdalam bukunya towns and cities menyatakan bahwa adanya kota bertalian erat dengan peradaban,yakni yang mencerminkan kemenangan manusia atas bumi, karena ia tidak bergantung sepenuhnya lagi pada pengolahan tanah,sebaliknya orang diluar kota diangggap kurang beradap atau bar- bar.
Dikotalah berkembang kebudayaaan umat manusia,yakni berkembangnya gagasan manusia, majunya berbagai bidang kesenian dan muncunya segala penemuan baru,kota dikatakan berjasa karena membuat barabg barabg kebutuhan masyarakat. kota katakana berjasa karena membuat barang barang kebutuhan masyarak bisa dikonsumsi.
Dalam sejarah kota dikenal tiga kota yaitu
Ø  Kota sebagai benteng keamanan dan pertahanan, merupakan kota tertua didunia.misalnya troya(asia kecil) yang berakhir riwayatnya pada tahun 1800 sm dan yaericho(palestina) yang dimusnahkan oleh kelompok pada tahun 1200 sm. Kota berbanteng seperti iut sudah terjamin kebutuhan minimumnya,sehingga menimbukan iri hati pada kaum nomat yang menggembara.



Ø  Kota sebagai pusat pemujaan. Contoh kota pemujaan Nur dan Kis di babiloa pada tahun 4000sm, yang pada akhirnya musnah.di kota ini lahir nukleussebagai bentuk dari organisasiyang mengelola dan mengawasi korban korban dari sungai efroat.
Ø  Kota sebagai pusat kehidupan berbagai kelompok dengan kekhusan kelompoknya sebagai jaringan komunikasi.
Menurut Sjoberg tiga syarat lahirnya kota pertaman yaitu :
a.       Pre – urban society,yaitu masyarakatsebelum ada kota
b.      Pre -industrial feudal society atau masyarakat sebelum zaman industry
c.       Moder-nindustrial feudal society yaitu masyarakat feodaldengan industry modern.
Pengertian kota baru Nampak dan muncul pada tahap preindustrial, feudal, society. Menurut sjoberg, alsannya karena dikota sudah tertumpuk kelebihan pangan sebagai akibat dari penggunaan teknik prtoduksi yang lebih baik di perdesaaan. Dalam hieroglyth mesir kuno, kota dilukiskan berupa niut yaitu lingkaran yang berisi tanda plus. Tanda plus melambangkan pertemuan fisik, dagangan dan gagasannya. Sedangkan lingkaran mencerminkan tembok kota yang berarti kekompakkan penduduk kota yang dapat melindungi masyarakat kota. Maju dan mundurnya kota bergantung pada komunikasi dan pertemuan masyarakat.
1.      Kota pra industri : mesir & mesotoponia
Kebanyakan kota kuno dikelilingi tembok yang gunanya sebagai pertanahan, dimana ini diawasi langsung oleh kaum elite yang berkuasa. Dalam kota masyarakat dipisahkan berdasarkan kelas-kelas kemasyarakatan.
2.      Kota kuno di india dan cina
            Peradaban harappan dan mahenjodaro. kota mempunyai arsitektur yang khas. Penduduknya sudah mengenal pembagian kerja yang intensif. Sudah adanya planologi kota, penduduk yang disiplin. Peradaban ini kemudian hancur dan mati karena ganguan ekologis berupa curah hujan yang berkurang, hutan yang ditebangi dan serangan bangsa lainyang menyerbu dan merusak segalanya.
Di cina tahun 2000 SM telah ada kota besar yaituanyang yang letaknya dilembah sungai hoagho. Fungsi kota di cina sebagai pusat pemerintahan,bentuk kota pada umumnya persegi / persegi panjang , ditengah nya terdapat lapangan.








3.      kota di yunani dan romawi
Kota Athene merupakan pusat yunani memiliki industri  tekstil, anggur, garapan emas dan perak serta keramik yang dikerjakan kaum budak. Perindustrian dikota yunani menjadi basis yang kuat dalam politik imperialismenya. Kerajaan romawi juga memiliki kota kota besar. Ibukotanya yakni Roma yang mula – mula tumbuh dari tercapainya suplus hasil pertanian yang diusahakan oleh petani Latium. Dengan bekal tersebut dapat menunjang berlangsungnya pemerintahan  birokrata & angkatan daratnya. Dengan ambruknya emporium Yunani, Romawi menggantikan kedudukannya dan melengkapi ekspansi ke eropa. Kemudian menjelang ambruknya emporium romawi muncul kota besar kedua setelah Romawi yaitu Bizantium (Istambul) yang menjadi pusat perniagaan bahan mentah untuk macam- macam industry dan tekstil sutra.
4.      Kota - kota di eropa yang tumbuh dari benteng
Dari sejarah abad pertengahan bahwa kota yang terdapat di eropa sekarang , sebagian bermula dari benteng yang oleh raja digunakan sebagai kubu pertahanan. Menurut pemikiran weber bahwa sebuah kota bukanlah selalu berfungsi sebagai tangsi militer dan pusat pramong praja tetapi sebagai pusat perdagangan dan perrukangan yang memungkinkan berfungsinya pasar dalam dan kota. Perkembangan kota di eropa sesuai dengan muncul dan berkuasanya kaum industri dan pedagang dan untuk pertukangan yang memungkinkan berfungsinya pasar dalam kota. Perkembangan kota di eropa sesuai dengan muncul daan berkuasanya kaum industri dan pedagang, yang dilengkapi berbagai lembaga social, ekonomi, politik, dan religi. Pirenne dalam membahas benteng-benteng dieropa yang didirikan orang romawi, berpendapat bahwa fungsinya semula sebagai oikos dan pasar tapi berubah total karena krisis ekonomi.
5.      Kota di dunia arab
Misalnya mekkah. Kota mekkah dikelilingi oleh bilid : yakni daerah pertanian yang dihuni kaum tani, budak dan badwi.
Pada zaman modern kota mekkah mengakui 6 badan resmi, sbb :
a.       Di atas kertas ada pemerintahan sekerja majelis , yang mula-mula dibentuk oleh orang-orang turki sebagai pemegang kekuasaan disana.
b.      Dalam kenyataannya, gubernur turkilah penguasa yang sesungguhnya , sebagai pelindung ( dirangkap gubernur)
c.       Pemerintahan dibagi antara 4 kadi dari golongan ortodoks yang selalu diambilkan dan golongan bangsawan dari mekkah.
d.      Sheriff merngkap menjadi kepala gabungan bangsawan kota
e.       Gilda-gilda misalnya gilda pandu, gilda pembantai, gilda pedagang gandung
f.       Kampong-kampung dalam kota para ketuanya menyelenggarakan otonomi intern dalam beberapa hal.